PLN oh PLN
Bisa Capai 100 Persen, TDL Naik Sebelum Maret .
Saya sudah berhemat, meskipun tidak maksimal dalam hal kelistrikan. Saya tidur di kamar adik, sehingga AC kamar bisa dimatikan, setiap ingin kuliah pasti saya memeriksa lampu-lampu yang masih menyala dan sekarang saya sedang mencoba mengurangi pemakaian komputer. Tapi, ketika membaca berita itu di koran membuat usaha saya sepertinya sia-sia.
Umur saya sekarang 22 tahun. Apa jadinya nanti kalau saya sudah berkeluarga? Mungkin gaji yang ada langsung habis untuk membayar iuran listrik. Mau pakai apa nanti kalau anak saya mau main komputer? Genset? “Ayo, main komputernya 1 jam saja ya.. listrik mahal”. Mau bilang begitu disaat anak kita sedang mengerjakan tugas atau blog walking (hehe)?
PLN seharusnya lebih arif. Kerugian memang ada (banyak), tetapi janganlah kerugian yang ada dibagi ke masyarakat dalam bentuk kenaikan tarif. Apalagi sekarang inflasi beranjak naik, janganlah dibebani ke kita dong. Jual sesuatu kek untuk menutup hutang. Masyarakat sedang sibuk untuk mencari alternatif lain selain premium.. hehe.. (masyarakat apa saya aja?).
Tapi ya, menurut saya.. di dunia industri (televisi maksudnya) kan memakai listrik sangat banyak. Nah, untuk memaksimalkan penggunaan listrik, bisa juga stasiun tv menyiarkan acara-acara yang berguna, begitu.. kurangi infotainment, sinetron.. ganti dengan sesuatu yang menyejukan meski itu bukan siraman rohani atau sinetron agamais. Yang worthed lah untuk kita dan untuk stasiun itu sendiri.
Lah, hemat listrik kalo naik terus kapan kita kaya’nya? pie to? Hemat pangkal kaya, siapa yang kaya?
Semoga saja tidak jadi naik. Ah pesimis ah.. (pasti kita tetap menang….menanggung tarif baru)