Minggu kemarin berbuka puasa dengan teman SMA angkatan 2001.
Dari pertemanan SMA 25 tahun ini gue belajar, bahwa ada yang menjadi teman hidup, teman bisnis, teman dekat, teman berbagi atau hanya teman saja. Real stories, real people. Facts.
Apa yang membuat kita dekat? Mungkin salah satu faktor, Dari kecil kita diajarkan untuk berbuat baik. Dari baik ke sesama, muncul sebuah ikatan pertemanan, yang sekarang itu dibilang reciprocity. Versi yang sebenarnya.
Dan gue juga belajar hal penting, kita tidak perlu mengecilkan teman untuk merasa besar dan benar.
Teman itu setara, and we hold each other accountable. Yang membuat sebuah pertemanan bertahan lama bukan posisi, bukan status, bukan siapa yang lebih hebat.
Dan juga, life is short, we ain't getting younger. Keep friends that accepts the real you. Cause you never feel tired just by being yourself.
And you know what, akhirnya di umur gue yang sudah kepala empat ini, gue hanya ingin menjadi teman yang baik dan punya teman yang baik. Terima kasih kepada teman-temanku yang sudah dan terus tumbuh (baca: tua dan dewasa) bersama.
Ini kontemplasi gue yang sudah lama mengobservasi pertemanan. Really amused me for some time. And it's already overdue.
