Japan trip - Persiapan
Note : Tulisan ini mengawali kisah saya dan keluarga ketika pergi liburan ke Jepang pada bulan Maret 2013 lalu selama 6 hari. Ini adalah part 1 dari rencana 6 part. Banyak yah? Ya namanya juga rencana ya kan.
Persiapan kami ketika ingin berangkat ke Jepang awalnya sederhana : Browsing sebanyak-banyaknya. Yah, sebenarnya saya berusaha mengurangi browsing tentang Jepang untuk persiapan, takut ketika sampai di sana sudah tidak surprise lagi :) Akan tetapi saya membawa Shafa yang saat itu masih berusia 3 tahun, saya juga harus menguasai medan. Halah. Web rekomendasi saya adalah Japan Guide.
Okay, here we go.
Berikut persiapan-persiapan kami mulai dari pembelian tiket sampai bersyukur adanya Google Maps. God bless Google Maps.
Pembelian tiket AirAsia Jakarta - Osaka dan Tokyo - Jakarta (transit Kuala Lumpur)
Karena sewaktu merencakan itinerary akan ada 4 kota yang akan kami kunjungi, kami memutuskan untuk memulai perjalanan dari Osaka dan pulang ke Jakarta melalui Haneda (Tokyo).
Pertimbangan yang lain adalah jika kami membeli tiket pesawat Jakarta - Haneda, pesawat akan mendarat di Haneda tengah malam waktu Jepang dan sepertinya harus menginap di bandara sampai matahari terbit. Situasi ini tidak memungkinkan karena Shafa ikut. Kalo traveling berdua sama suami mah, bodo amat yak mo nginep di airport dijabanin. hehehe.
Jadilah kami memilih Jakarta - Kansai (Osaka) yang mempunyai jadwal kedatangan pagi.
Tips : Tidak perlu membeli bagasi dan meal dulu. Cukup tiket pesawat saja. Kalau visa diapprove, barulah membeli bagasi dan meal.
[[MORE]]
Mencari Hotel
Setelah tiket pesawat kelar, akhirnya tibalah saatnya kita mencari hotel. Mencari hotel di Jepang gampang-gampang susah. Pertama sih budget yak. Hehehe. Survey hotel lumayan lama juga sih waktu itu. Browsing Trip Advisor, Liat di Agoda harganya berapa dan vice versa.
Akhirnya, ketemu juga hotel yang murah di Agoda. Kebetulan lagi ada flash deal jadi langsung sikat aja. Untuk yang di Osaka, pilihan jatuh kepada hotel Il Cuore Namba di Namba. Daerah strategis di Osaka dan hotelnya dekat Stasiun Namba. Sekilas tentang Stasiun Namba, wuih. stasiun itu mempunya 24 pintu keluar dan mall yang dimiliki oleh Nankai. Perusahaan kereta swasta di Osaka. Jadi yah stasiun Namba itu luas sekali dan kalau bisa, ingat-ingat nomor exitnya kalau keluar stasiun untuk menuju ke hotel ya. Wah jika lupa, bakalan di Stasiun Namba terus deh. ^^;
Untuk hotel di Tokyo, banyak sekali pilihan. Browsing-browsing di Agoda, ketemu hotel Niwa! Lagi Flash deal pula. Baca di TripAdvisor, ternyata Hotel Niwa adalah salah satu pemenang hotel terbaik 2012. Sikaaat.
Tips : Sebenarnya, untuk apply visa Jepang, kita tidak perlu melunasi tempat hotel menginap. Yang penting booking dulu sampai keluar bukti bookingnya. visit booking.com saja. Print booking hotel kita lalu cancel bisa juga sih begitu.
Oh, hotel-hotel di Jepang menyediakan wiFi gratis untuk tamunya yang menginap, jadi ga ada istilah fakir bandwidth di sana ya. Dan hotel-hotel di Jepang mulai cek-in jam 3 sore. Jadi kalo sampai hotel pagi, titip aja dulu koper-koper di resepsionis.
Apply Visa.
Ni dia nih yang paling deg-degan. Takut ga diapprove aja. Meskipun sudah ada surat suami saya sedang ada join venture sama perusahaan Jepang, tetep aja, rasa takut bahkan ngeri pun ada hehehe.
Kalau tidak salah, saya apply visa 3 minggu sebelum keberangkatan, dengan 4 hari masa proses visa. Syarat-syarat bisa dibaca di websitenya ya. Sepertinya sudah cukup jelas. Yang pasti, harus rapi. Kalau bisa, formulirnya diketik dan semua data-data sesuai urutan. Sertakan semua biodata, Itinerary pesawat, booking hotel dan itinerary mau ngapain aja di Jepang nanti. Yang ini mah ngarang aja hehehe. Yang pasti, jangan kebanyakan. Sesuain sama duit yang ada di rekening koran. Kalau mau tau itinerary saya nii download saja :)
Hari Senin saya apply, hari Jumat visanya jad deh. Bayarnya 325ribu jika visa kita diapprove. Kalo ga diapprove tidak bayar. Kejadiannya waktu itu, suami saya ketika mau mengambil visa, uangnya tidak cukup jadinya diambil hari kerja berikutnya hehehe.
Tips : Untuk apply visa, datang pagi dan tidak boleh diwakilkan. Kecuali pengambilan visa baru boleh diwakilkan. Dan sekali lagi, susun dokumen-dokumen sesuai nomor urut.
Sewa portable wifi
Dapat tips ini pertama dari blognya @qronoz. Katanya bisa sewa wifi portable di Jepang. Wah wifi ini sangat membantu sekali loh. Wah pokoknya sangat membantu sekali untuk tau rute dan jalur kereta di Jepang dan update status tentunya.
Saya menyewa yang kecepatannya 300K saja. Sudah cukup bagus untuk sekedar browsing map atau posting-posting foto instagram :). Untuk mengembalikan wifinya, tinggal masukan ke box surat terdekat atau titip ke resepsionis hotel saja ketika kita mau checkout. Oiya, harganya 420 yen sehari.
Pesan sewaktu masih di Jakarta, lalu paket akan dikirimkan ke hotel pertama yang akan kita tuju. Pas check in di hotel Osaka eh paketnya sudah ada.
Koneksinya oke, bahkan ketika kita berada di kereta metro subway, sinyalnya masih oke.
Tips : Jika ingin tersesat (in a good way) sepertinya tidak usah menyewa wifi ini. Jadi, kalau mau pergi ke tempat-tempat yang dituju, screenshot saja jalur-jalur kereta dan nama stasiun yang akan kita pakai di Google maps ketika kita masih berada di hotel dengan memakai wifi hotel.
I told ya, God Bless Google Maps!!
Bawa selimut dan Bantal Leher!
Karena kita membeli tiket kelas ekonomi, tidak mungkin lah ya dikasih selimut untuk Shafa, jadi disarankan membawa selimut kecil karena 7 jam perjalanan di malam hari itu sesuatu banget! Dan leher kita benar-benar “diuji” kekokohannya. Sangat disarankan membawa bantal leher!
Menukar Yen
Yay akhirnya kelar juga nih tulisan persiapan jalan-jalan. Untuk menukar Yen, tentu saja tukarnya di money changer. Ya kali ada yang mau nuker di toko bahan.
As you know, Jepang lagi krisis. Nilai mata uang Yen sampai saat ini masih jatuh. Waktu itu saya tukar, 100 yen itu 10,700 rupiah ( 1 yen = 107 rupiah). sekarang sepertinya lebih murah jika dilihat di klikbca.com sekarang 1 yen = 103 rupiah!!! Wow.
Semoga tulisan saya bermanfaat bagi para turis yang ingin jalan-jalan ke Jepang ya… :) Kalau ada pertanyaan, tulis aja di kolom komentar atau bisa reply twitter saya : @rifie