Day 3. Ke Tokyo naik Nozomi Shinkansen

Karena kameranya sudah masuk koper, jadi tidak bisa foto-foto. Terus juga bawa koper, stroller dan anak kecil yang minta digendong terus jadi ya.. boro-boro foto yak. Di sini hanya mengandalkan iPhone dan Samsung Galaxy S2 saja. Saya cerita saja yah :)

[[MORE]]

Hari ketiga akhirnya kita berangkat ke Tokyo dengan menggunakan shinkansen. Yup, kereta peluru paling cepat di Jepang. Karena sudah niat dari rumah kalau maunya naik shinkansen yang paling cepat yaitu kereta Nozomi. Ada Kodama (4 jam perjalanan Osaka - Tokyo), Hikari (3 jam lebih) dan yang paling cepat Nozomi ( 2 jam 30 menit ) karena Nozomi tidak berhenti di setiap stasiun. Hanya stasiun-stasiun besar saja.

Oiya, naiknya dari stasiun Shin-Osaka. Sebelum naik shinkansen, makan siang dulu di stasiun. Akhirnya bisa memesan 1 set sushi dan soba. Anak kecil dan papanya memesan chicken katsu

Lalu sehabis makan siang, langsung menuju ke pembelian tiket shinkansen. Karena sedang low season, pembelian tiket bisa langsung, tidak perlu reservasi gitu. Dan kami membeli yang regular saja. Tidak memilih seat dan tidak memilih green car. Jangan khawatir kalau bingung, pegawainya bisa bahasa Inggris fasih!

Kira-kira interiornya seperti itu. Bersih banget ya. Nyaman pula. Kamar mandinya di car nomor 2 dan vending machinenya di car nomor 3. Jauh memang. Oiya tiket keretanya jangan sampai hilang yak! Nanti ga bisa keluar berabe deh.

Sepanjang perjalanan, Shafa memakan makanan favorit barunya, Takoyaki.

Wah bisa lihat gunung Fuji etapi berawan.

Lalu ketika tiba di Tokyo station yang sedang direnovasi ternyata pas salaryman pulang kerja alias rush hour! Howalah. Terus ga bisa lihat pintu utama Tokyo karena keluarnya di pintu yang berbeda. Mau ke main entrance pasti ramai dan repot bawa koper besar.

Akhirnya kami langsung mengantri taksi menuju Hotel Niwa yang jaraknya tidak begitu jauh dari stasiun. Kira-kira menghabiskan 900 yen.

End of part 1